Bansos PKH Tahap 1 Dan Sembako BPNT Tahap 1 Bagi Warga Banda Aceh Cair..

Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) tahap 1 (periode Januari – Maret 2023) dan sembako BPNT tahap 1 (periode Januari – Februari 2023) bagi warga Banda Aceh sudah dicairkan ke rekening masing-masing penerima manfaat.

Hal itu disampaikan koordinator PKH Banda Aceh, Rifki Asmara, Kamis (9/3/2023).

“Warga Banda Aceh penerima manfaat sudah bisa mencairkan dana tersebut melalui ATM BSI terdekat karena bantuan tersebut sudah disalurkan melalui rekening masing-masing penerima manfaat,” kata Rifki’  

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nilai bantuan sosial PKH bervariasi sesuai dengan komponen anak usia dini, terdaftar/aktif Dapodik SD, SMP, SMA sederajat, lanjut usia dan disabilitas.

“Maksimal 4 komponen didalam keluarga, jika ada yang berbeda atau tidak sesuai dengan ketentuan, kami harap agar dapat menghubungi Pendamping Sosial PKH,” imbuh Rifki.

Total dana bantuan PKH tahap 1 untuk banda aceh berjumlah 2,37 milyar untuk 3.255 KPM.

Disisi lain, koordinator TKSK Kota Banda Aceh, Arismanto, menerangkan bahwa bantuan sembako BPNT disalurkan kepada 8.852 keluarga penerima manfaat di Banda Aceh dengan nilai bansos Rp. 200.000 per-bulan per-KPM untuk 2 bulan.

Menurutnya, bansos BPNT & (program sembako) diberikan kepada 8.852 KPM dengan total dana berjumlah 3,540 M tersebut dapat ditarik tunai, lalu dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan pangan seperti beras, telur, protein nabati/hewani, sayur dan buah-buahan.

“Yang perlu diingat, warga penerima manfaat bebas berbelanja dimana saja di warung terdekat dengan tempat tinggalnya tanpa intervensi dari siapapun,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banda Aceh, Arie Maulakafka, berharap dengan tersalurnya bantuan sosial tersebut tepat sasaran dapat meningkatkan daya beli masyarakat kurang mampu di Kota Banda Aceh jelang memasuki bulan suci Ramadhan 1444 H tahun ini.

“Dengan meningkatnya daya beli masyarakat setelah menerima bansos tersebut, mudah-mudahan juga bisa menjadi salah satu pengendali laju inflasi di Kota Banda Aceh,” harap Arie.

Saat ini, tambah Arie, Pj Wali Kota Banda Aceh, H. Bakri Siddiq, SE, M.Si, meminta kepada Dinas Sosial Kota Banda Aceh agar terus melakukan sosialisasi penyaluran dan pemanfaatan dana bansos serta tetap melakukan pengawasan terhadap penyaluran kedua bansos dari pusat itu.

“Wali Kota juga meminta Dinsos untuk membantu masyarakat dalam menyelesaikan setiap permasalahan terkait penyaluran kedua bansos ini sehingga setiap bantuan diterima tepat sasaran dan tepat-guna,” pungkas Arie.