Banda Aceh – Perum Bulog Kanwil Aceh bersama Dinas Sosial Kota Banda Aceh melaksanakan monitoring sekaligus penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 5.444 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di Kecamatan Banda Raya, Ulee Kareng, Meuraxa, dan Kuta Raja.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 14–15 April 2026, sebagai bagian dari program Cadangan Pangan Pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Tim Bulog Kanwil Aceh hadir langsung di setiap titik pembagian untuk memastikan kualitas dan kuantitas bantuan sesuai ketentuan. Sementara itu, Dinas Sosial Kota Banda Aceh melakukan pendampingan guna memastikan penyaluran berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai data penerima.
Pihak Dinsos Kota Banda Aceh menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan secara intensif agar tidak ada warga penerima yang terlewat. “Petugas kami melakukan verifikasi data KPM di lapangan bersama perangkat gampong dan keuchik selama penyaluran,” ujarnya.
Pada hari pertama, Selasa, 14 April 2026, penyaluran dilakukan di sejumlah titik:
Kecamatan Banda Raya (Kantor Desa/Halaman Masjid)
- Geuceu Iniem: 122 KPM
- Geuceu Kayee Jato: 92 KPM
- Lhong Cut: 162 KPM
- Lhong Raya: 201 KPM
Kecamatan Meuraxa (Kantor Camat)
- Alue Deah Teungoh: 181 KPM
- Asoe Nanggroe: 107 KPM
- Blang Oi: 180 KPM
- Deah Baro: 118 KPM
Kecamatan Kuta Raja (Kantor Keuchik)
- Gampong Jawa: 511 KPM
- Gampong Pande: 171 KPM
- Keudah: 292 KPM

Sementara itu, pada hari kedua, Rabu, 15 April 2026, monitoring dan pendampingan dilanjutkan di beberapa titik berikut:
Kecamatan Ulee Kareng (Kantor Camat)
Total 608 KPM, dengan rincian:
- Gampong Ilie: 352 KPM
- Gampong Pango Deah: 63 KPM
- Gampong Pango Raya: 193 KPM
Kecamatan Kuta Raja (Kantor Keuchik Gampong Merduati)
Total 748 KPM, dengan rincian:
- Gampong Lampaseh Kota: 168 KPM
- Gampong Merduati: 291 KPM
- Gampong Peulangahan: 289 KPM

Pihak Bulog Kanwil Aceh menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan serta menekan dampak inflasi di tengah masyarakat. “Beras dan minyak goreng yang disalurkan telah melalui pengecekan kualitas. Kami pastikan bantuan diterima masyarakat dalam kondisi baik,” jelasnya.
Dinas Sosial Kota Banda Aceh menambahkan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan hingga seluruh alokasi bantuan pangan tahun 2026 tersalurkan. Masyarakat juga diimbau untuk segera melapor kepada perangkat gampong atau Dinsos apabila menemukan kendala dalam proses penyaluran.